Pada
prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun
alam. Meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat kalau dinamakan membuat
laporan dari pada melakukan penelitian. Namun demikian dalam skala yang rendah
laporan juga dapat dinyatakan sebagai bentuk penelitian. (Emory, 1985).
Karena
pada perinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur
yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrument penelitian.
Jadi instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena
alam maupun social yang diamati. Secara spesifik semua fenomena inti disebut
variable penelitian.
Instrumen-instrumen yang digunakan untuk mengukur
variable dalam ilmu alam sudah banyak tersedia dan telah teruji valididtas dan
reliabilitasnya. Instrumen-instrumen dalam penelitian pendidikan memang ada
yang sudah tersedia dan teah teruji validitas dan reliabilitasnya seperti
instrument untuk mengukur motif berprestasi, (n-ach) untuk mengukur sikap,
mengukur IQ, mengukur bakat dan lain-lain.
Instrumen tentang kepemimpinan mungkin valid untuk
kondisi Amerika, tetapi mungkin tidak valid untuk Indonesia. Untuk itu maka
peneliti-peneliti dalam bidang pendidikan instrument penelitian yang digunakan
sering disusun sendiri termasuk menguji validitas dan reliabilitasnya.
Jumlah instrument penelitian tergantung pada jumlah
variable penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti. Misalnya akan
meneliti tentang “Pengaruh Kepemimpian dan Iklim Kerja Sekolah Terhadap
Prestasi Belajar Anak”. Dalam hal ini ada tiga instrument yang perlu dibuat,
yaitu :
1. Instrumen
untuk mengukur kepemimpinan
2. Instrumen
untuk mengukur iklim kerja sekolah
3. Instrumen
untuk mengukur prestasi belajar murid
13.31
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar
TULIS KOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN