Rabu, 31 Desember 2014

Macam skala Pengukuran



Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat kur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Dengan skala pengukuran ini, maka nilai variable yang diukur dengan instrument tertentu dapat dnyatakan dalam bentuk angka, sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif.
Berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi, Pendidikan dan Sosial antara lain adalah :
1.      Skala Likert, digunaka untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fnomena social.
2.      Skala Guttman, skala pengukuran dengan tipe ini, akan didapat jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”; “benar-salah”; “pernah-tidak pernah”; “positif-negatif”; dan lain-lain.
3.      Semantic Deferential, skala pengukuran yang dibentuk semantic deferensial dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawabannya “sangat positifnya”, terletak dibgian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak dibagian kiri garis.
4.      Rating Scale, dari ketiga skala pengukuran seperti yang telah dikemukakan, data yang diperoleh semuanya adalah data kualitatif yang keemudian dikuantitatifkan.
Ke empat jenis skala tersebut bila digunakan dalam pengukuran, akan mendapatkan data interval, ataupun rasio. Hal ini akan tergantung pada bidang yang diukur.

0 komentar:

Posting Komentar

TULIS KOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons