1.
Pengertian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah
segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulannya. Variabel dapat didefinisikan sebagai atribusi seseorang, atau
obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu
obyek dengan obyek yang lain(Hatch dan Farhady, 1981).
Variabel juga dapat merupakan atribut
dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Tinggi, berat badan, sikap,
motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja, merupakan atribut-atribut dari obyek.
Struktur organisasi, model pendelegasian, kepemimpinan, pengawasan, koordinasi,
prosedur dan mekanisme kerja, deskripsi pekerjaan, kebijakan, adalah merupakan
contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan.
Kerlinger(1973) menyatakan bahwa
variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Di
bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu
sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan
demikian variabel itu merupakan suatu hal yang bervariasi. Selanjutnya
Kidder(1981), menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities)
dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas
maka dapat dirumuskan disini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut
atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.
2.
Macam-macam
Variabel
Menurut hubungan antara satu variabel
dengan variabel yang lain maka macam-
macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
a.
Variabel Independen: variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, anteceden atau
Variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel independen (terikat). Dalam
SEM (structural equation modeling) pemodalan
persamaan Struktural, variabel independen disebut sebagai variabel eksogen.
b.
Variabel dependen:
sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen atau Variabel
terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam SEM (structural equation modeling) pemodelan persamaan struktural,
variabel dependen disebut sebagai variabel indogen.
![]() |
Gambar 2.2. contoh hubungan variabel
independen-dependen
c.
Variabel moderator:
variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan mamperlemah) hubungan antara
variabel independen dengan dependen. Variabel disebut juga sebagai variabel
independen ke dua. Hubungan perilaku suami dan istri akan semakin baik (kuat)
kalau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada fihak ketiga ikut
mencampuri. Disini anak adalah sebagai variabel moderator yang memperkuat
hubungan, dan fihak ketiga adalah sebagai variabel moderator yang memperlemah
hubungan, hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan
guru dalam menciptakan iklim belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah
bila peranan guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
![]() |
Gambar 2.3.a contoh hubungan variabel
independen-moderator, dependen
![]() |
Gambar 2.3.b contoh hubungan variabel
independen-moderator, dependen
d.
Variabel intervening: Tuckman (1988) menyatakan “An intervening variable is that factor that theoretically affect the
observed phenomenon but cannot be seen, measure, or manipulate”. Variabel
intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara
variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan
tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara
yang terletak di antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel
independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel
dependen.
![]() |
Gambar 2.3. contoh hubungan variabel
independen-moderator-intervening, dependen.
e.
Variabel kontrol:
adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan
variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang
tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan oleh peneliti, bila akan
melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.
![]() |
Gambar 2.4. contoh hubungan variabel
indepenmden-kontrol, dependen
Untuk dapat menentukan kedudukan
variabel independen, dan dependen, moderator, intervening atau variabel yang
lain, harus dilihat konteksnya dengan dilandasi konsep teoritis yang mendasari
maupun hasil dari pengamatan yang empiris di tempat penelitian. Untuk itu
sebelum peneliti memilih variabel apa yang akan diteliti perlu melekukan kajian
teoritis, dan melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu pada obyek yang akan
diteliti. Dalam penelitian kualitatif hubungan antara semua variabel tersebut
akan diamati, karena penelitian kualitatif berasumsi bahwa gejala itu tidak
dapat diklasifikasikan, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan (holistic).
13.04
Unknown






0 komentar:
Posting Komentar
TULIS KOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN