Rabu, 31 Desember 2014

Proses Perkembangan Belajar Anak




Setiap manusia pasti mengalami proses belajar baik dalam keluarga,sekolah dan lingkungan yang menghasilkan perubahan pengetahuan dan perilaku secara permanent dan proses belajar tersebut berlangsung sampai akhir hayat. Ada beberapa definisi mengenai belajar menurut para ahli yaitu

v Abin Syamsudin (1981) menyatakan bahwa belajar adalah perbuatan yang menghasilkan perubahan perilaku.

v Santrock and Yussen,menyatakan bahwa learning is defined as a relatively permanent change in behavior that occurs though experiences.

v Anita E. Woolfolk (1993) menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan pengetahuan dan perilaku yang relatif permanen pada individu.

Dari definisi tersebut terdapat beberapa kata kunci tentang belajar yaitu perubahan, pengetahuan perilaku pribadi, permanen, dan pengalaman.Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah aktivitas atau pengalaman yang menghasilkan perubahan pengetahuan, perilaku dan pribadi yang bersifat permanen. Disamping itu ada karakteristik perubahan belajar yaitu perubahan bersifat intensional (disengaja atau tidak disengaja),perubahan bersifat positif , perubahan hasil dari pengalaman, perubahan bersifat efektif.Hasil dari belajar dapat diwujudkan dalam bentuk peningkatan pengetahuan (knowledge), peguasaan perilaku (kognitif, afektif, psikomotorik) dan perbaikan keseluruhan kepribadian.

Belajar dengan melibatkan seluruh aspek perkembangan baik aspek fisik, social, emosional, intelektual, dan moral yang terlibat secara aktif sering disebut belajar sebagai proses terpadu.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan belajar sebagai proses yang terpadu di sekolah dasar yaitu :

a. Belajar berfungsi secara penuh untuk membantu perkembangan individu seutuhnya.

b. Belajar sebagai aktifitas pemerolehan pengalaman menempatkan individu sebagai pusat segala-galanya.

c. Belajar lebih menuntut kepada terciptanya suatu aktivitas yang memungkinkan adanya lebih banyak siswa yang aktif dan intensif.

d. Belajar dapat menempatkan individu pada posisi terhormat dalam suasana kebersamaan di dalam penyelesaian persoalan yang dihadapinya.

e. Belajar sebagai proses terpadu mendorong setiap siswa untuk terus menerus belajar.

f. belajar memberikan kemungkinan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk memilih tugasnya sendiri

g. Belajar dapat berfungsi dan berperan secara efektif di semua aspek yang meliputi aspek fisik,social,emosional,intelektual,dan moral.

h. Pembelajaran bidang studi tidak harus dilakukan secara terpisah melainkan secara terpadu.

i. Adanya hubungan antara sekolah dan keluarga.

Secara psikologis ada beberapa teori tentang proses belajar anak yaitu

1.Teori Belajar Behavioral

Dalam teori belajar behavioral,terdapat beberapa prinsip yaitu classical conditioning, operant conditioning, pembentukan kebiasaan (habituation), dan peniruan (imitation).

ü Classical conditioning adalah asosiasi respon yang otomatik dengan stimulus baru. Dengan kata lain sebagai kemampuan menghasilkan respon terhadap stimulus baru berdasarkan pengalaman yang diperoleh sebelumnya secara berulang-ulang. Misalnya belajar mengeja, mengingat-ingat perbendaharaan kata asing.

ü Operant conditioning adalah tindakan yang dikendalikan oleh tujuan disebut operant. Proses belajar yang terlibat didalam mengubah perilaku operant disebut operant conditioning (instrumental conditioning). Dengan demikian yang dimaksud dengan operant conditioning (Santrock and Yussen, 1992) adalah belajar dalam hal mana perilaku otomatis diperkuat atau diperlemah oleh consequence atau antecendence. Pengaruh yang mendahului disebut antendence dan mengikutinya disebut consequence.

ü Pembentukan kebiasaan (habituation) adalah presentasi suatu stimulus yang terjadi berulang-ulang dapat menyebabkan kurngnya perhatian terhadap stimulus. Sebaliknya dishabituation adalah suatu minat bayi yang diperbaharui terhadap suatu stimulus, Santrock and Yussen (1992). Diantara peneliti perilaku biasa melakukan studi tentang kebiasaan yang terjadi, yaitu perilaku memasukkan tangan ke mulut, (perilaku memasukkan ke mulut akan berhenti ketika anak bayi itu sudah menemukan benda aslinya).

ü Peniruan (imitation),Albert bandura (Santrock and Yusen, (1992) adalah salah seorang tokoh psikologi yang sangat terkenal dalam mengenalkan konsep imitasi. Berpendapat bahwa imitasi atau modeling terjadi ketika anak-anak belajar perilaku barudengan melihat orang lain bertindak. Kemampuan belajar pola-pola perilaku dengan mengobservasi dapat menghilangkan perilaku belajar yang trial eror.

2. Teori perkembangan kognitif

Pada teori ini, pikiran anak rasional yang sedang berkembang dan tahap- tahap pemikiran sebagai fokus sentrae perkembangan lebih ditentukan daripada penentu utama perilaku anak.

Ada beberapa konsep kunci dalam perkembangan piaget yaitu:

    Proses adaptasi (asimilasi dan akomodasi)

Jika anak berkembang secara normal, mereka harus berinteraksi secara efektif dengan lingkungan.

    Organisasi dan keseimbangan

Organisasi merupakan konsep piaget yang mengelompokan perilaku terpisah dalam suatu aturan yang lebih tinggi, sistem kognitif yang berfungsi lebih tinggi.

Dalam pembelajaran pada dasarnya ada dua proses dasar yang diperlukan bagi anak untuk memproses informasi tentang dunianya yaitu melalui perhatian dan ingatan. Perhatian (attention) adalah kosentrasi dan pemusatan kegiatan mental. Perhatian juga bersifat selektif dan berubah. Maksudnya, bahwa perhatian itu akan tetap bertahan lama apabila yang menjadi pusat perhatian itu sesuatu yang selektif.

Sedangkan ingatan (memory) adalah bekerja dengan setiap kata yang diucapakan. Untuk belajar dan menalar yang sukses, anak-anak perlu memegang erat-erat informasi yang telah didapatkan dan mencari kembali informasi yang telah disimpan lama.

Implikasi proses belajar anak dalam KBM adalah belajar tidak hanya diorientasikan kepada pembentukan dan peningkatan salah satu aspek individu saja, namun juga keseluruhan aspek individu. Maka kurikulum yang dikembangkan hendaknya memberi kemungkinan yang seluas-luasnya untuk pengembangan semua bidang pengembangan fisik, emosi, social, dan kognitif melalui pendekatan terpadu. Serta adanya kejelasan tentang kesesuaian-kesesuaian antara isi kurikulum usia dan tingkat kemampuan anak.

Artinya:

-program pembelajarannya disusun secara fleksibel dan tidak kaku serta memperhatikan perbedaan individual anak

-tidak dilakukan secara monoton dan verbalistik, tetapi disajikan secara variatif melalui banyak aktifitas seperti experime, praktek, observasi langsung, permainan dan sejenisnya.

Contoh:

Dalam Pendidikan Olahraga

Progam pendidikan olahraga yang rutin dan teratur sangat diperlukan bagi anak SD. Olahraga ini penting untuk merangsang perceptual anak. Ada dua hal yang perlu dijadikan dasar dalam penyelenggaraan dasar progam olahraga anak SD.

ü Pertama, pada usia SD sistem otot dan lemak anak mulai berkembang sehingga anak mulai menguasai gerakan-gerakan secara relatif sempurna.

ü Kedua, dunia anak adalah dunia bermain. Meskipun intensitasnya relatif berkurang disbanding pada saat prasekolah, aktifitas gerak dan bermain tetap masih diminati oleh anak-anak SD.

0 komentar:

Posting Komentar

TULIS KOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons