Rabu, 31 Desember 2014

Validitas dan Reliabilitas Instrumen



Dalam hal ini perlu dibedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliable dengan instrument yang valid dan reliable. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Kalau dalam objek berwarna merah, sedangkan data yang terkumpul memberikan data berwarna putih maka hasil penelitian tidak valid. Selanjutnya hasil penelitian yang reliable, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Kalau dalam objek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok tetap berwarna merah.
Instrumen yang valid nberarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Meteran yang digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika dihunakan untuk mengukur beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Alat ukur panjang dari karet adalah contoh instrument yang tidak reliable/konsisten.
Dengan menggunakan instrument yang valid dan reliable dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliable. Jadi instrument yang valid dan reliable merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliable. Hal ini tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrument yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, otomatis hasil (data) penelitian menjadi valid dan reliable. Hal in masih akan dipengaruhi oleh kondisi objek yang diteliti., dan kemampuan orang yang menggunakan instrument untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan objek yang diteliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrymen untuk mengukur variable yang diteliti.
            Instrumen-instrumen dalam ilmu alam, misalnya meteran, thermometer, timbangan, biasanya telah diakui veliditasnya dan reliabilitasnya (kecuali instrument yang sudah rusak dan palsu). Instrumen-instrumen itu dapat dipercaya validitas dan reliabilitasnya karena sebelum instrument itu digunakan/dikeluarkan dai pabrik telah diuji validitasnya dan reliabilitasnya/ditera.
            Instrument-instrumen dlam ilmu social sudah ada yang baku (standard), karena telat teruji validitasnya dan reliabilitasnya, tetapi banyak juga yang belum baku bahkan belum ada. Untuk itu maka peneliti harus mempu menyusun sendiri instrument pada setiap penelitian dan menguji validitas dan reliabilitasnya. Instrument yang tidak teruji validitas dan reliailitasnya bila diginakan untuk penelitian akan menghasilkan data yang sulit dipercaya kebenarannya.
Instrument yang reliable belum tentu valid. Meteran yang putus dibagian ujungnya, bila digunakan berkali-kali akan menghasilkan data yang sama (reliabel) tetapi selalu tidak valid. Hal ini disebabkan karena instrument (meteran) tersebut rusak. Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas instrument. Oleh karena itu wlaupun instrument yang valid umunya pasti reliable, tetapi pengujian reliabilitas instrument perlu dilakukan.
Pada dasarnya terdapat dua macam instrument, yaitu instrument yang berbentuk tes untuk mengukur prestasi belajar dan instrument yang non tes untuk mengukur sikap. Instrument yang berupa tes jawabannya adalah “salah atau benar”, sedangkan instrument sikap jawabannya tidak ada yang “salah atau benar” tetapi bersifat “positif dan negatif”. Skema tentang instrument yang baik dan cara pengujiannya ditunjukkan pada gambar berikut ini.

0 komentar:

Posting Komentar

TULIS KOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons