Dalam hal ini
perlu dibedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliable dengan
instrument yang valid dan reliable. Hasil penelitian yang valid bila terdapat
kesamaan antara data yang penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara
data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang
diteliti. Kalau dalam objek berwarna merah, sedangkan data yang terkumpul
memberikan data berwarna putih maka hasil penelitian tidak valid. Selanjutnya
hasil penelitian yang reliable, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang
berbeda. Kalau dalam objek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok
tetap berwarna merah.
Instrumen yang
valid nberarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu
valid. Valid berarti instrumen tersebut
dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Meteran yang
digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat
untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika dihunakan
untuk mengukur beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan
data yang sama. Alat ukur panjang dari karet adalah contoh instrument yang
tidak reliable/konsisten.
Dengan
menggunakan instrument yang valid dan reliable dalam pengumpulan data, maka diharapkan
hasil penelitian akan menjadi valid dan reliable. Jadi instrument yang valid
dan reliable merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang
valid dan reliable. Hal ini tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrument
yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, otomatis hasil (data)
penelitian menjadi valid dan reliable. Hal in masih akan dipengaruhi oleh
kondisi objek yang diteliti., dan kemampuan orang yang menggunakan instrument
untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan
objek yang diteliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrymen untuk
mengukur variable yang diteliti.
Instrumen-instrumen
dalam ilmu alam, misalnya meteran, thermometer, timbangan, biasanya telah
diakui veliditasnya dan reliabilitasnya (kecuali instrument yang sudah rusak
dan palsu). Instrumen-instrumen itu dapat dipercaya validitas dan
reliabilitasnya karena sebelum instrument itu digunakan/dikeluarkan dai pabrik
telah diuji validitasnya dan reliabilitasnya/ditera.
Instrument-instrumen
dlam ilmu social sudah ada yang baku (standard), karena telat teruji
validitasnya dan reliabilitasnya, tetapi banyak juga yang belum baku bahkan
belum ada. Untuk itu maka peneliti harus mempu menyusun sendiri instrument pada
setiap penelitian dan menguji validitas dan reliabilitasnya. Instrument yang
tidak teruji validitas dan reliailitasnya bila diginakan untuk penelitian akan
menghasilkan data yang sulit dipercaya kebenarannya.
Instrument yang
reliable belum tentu valid. Meteran yang putus dibagian ujungnya, bila
digunakan berkali-kali akan menghasilkan data yang sama (reliabel) tetapi
selalu tidak valid. Hal ini disebabkan karena instrument (meteran) tersebut
rusak. Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas instrument.
Oleh karena itu wlaupun instrument yang valid umunya pasti reliable, tetapi
pengujian reliabilitas instrument perlu dilakukan.
Pada dasarnya
terdapat dua macam instrument, yaitu instrument yang berbentuk tes untuk
mengukur prestasi belajar dan instrument yang non tes untuk mengukur sikap.
Instrument yang berupa tes jawabannya adalah “salah atau benar”, sedangkan
instrument sikap jawabannya tidak ada yang “salah atau benar” tetapi bersifat
“positif dan negatif”. Skema tentang instrument yang baik dan cara pengujiannya
ditunjukkan pada gambar berikut ini.
13.14
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar
TULIS KOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN