TEKNIK PENGUMPULAN
DATA
Dalam
penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi
keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara
mengumpulkan data, siapa sumbernya, danapa alat yang digunakan.Jenis sumber
data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari
sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak
langsung (data sekunder).Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara
yang dilakukan untuk mengumpulkandata. Metode menunjuk suatu cara sehingga
dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket,wawancara, pengamatan, tes,
dkoumentasi dan sebagainya.Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat
yang digunakan untuk mengumpulkandata. Karena berupa alat, maka instrumen dapat
berupa lembar cek list, kuesioner (angketterbuka / tertutup), pedoman
wawancara, camera photo dan lainnya.Adapun teknik pengumpulan data yang biasa
digunakan adalah wawancara, observasi, dankuesioner.1. Wawancara1.1 Pengertian
WawancaraWawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui
tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti
terhadap nara sumber atau sumber data.Wawancara pada penelitian sampel besar
biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluankarena tidak mungkin
menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampelkecil teknik
wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya
penelitiankualitatif) . Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak
terstruktur.1) Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan
pasti apa informasi yangingin digali dari responden sehingga daftar
pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis.Peneliti juga dapat menggunakan
alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yangdapat membantu
kelancaran wawancara.2) Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas,
yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan
yang akan diajukan secara spesifik, dan hanyamemuat poin-poin penting masalah
yang ingin digali dari responden.1.2 Kelebihan Teknik Wawancara
1) Wawancara
memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang
yangdiwawancarai untuk menjawab dengan bebasa dan terbuka terhadap
pertanyaan-pertanyaan yangdiajukan.2) Memungkinkan pewawancara untuk
mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang Sesuaidengan situasi yang
berkembang.3) Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari
gerak-gerik dan rautwajah orang yang diwawancarai.4) Pewawancara dapat
menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.1.3 Kelemahan
Wawancara1) Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara
relatif mahaldibandingkan dengan teknik yang lainnya.2) Keberhasilan hasil
wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan
hubungan antar manusia.3) Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi
tenpat yang tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan ramai.2.
Observasi2.1 Pengertian ObservasiObrservasi merupakan salah satu teknik
pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikapdari responden (wawancara dan
angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagaifenomena yang terjadi
(situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan
untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan
dilakukan pada respondenyang tidak terlalu besar. Alat yang digunakan dalam
teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera
photo, dll.1) Participant ObservationDalam observasi ini, peneliti secara
langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atausituasi yang diamati
sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat melakukan observasimengenai
bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala
sekolah,hubungan antar guru, dsb.2) Non participant Observation
Berlawanan
dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi
yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses
yang sedang diamati.Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga,
seorang peneliti yang menempatkandirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai
peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.2.2 Kelebihan
Observasi1) Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai
keandalan yang tinggi.2) Penganalisis melalui observasi dapat melihat langsung
apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan- pekerjaan yang rumit kadang-kadang
sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Melalui observasi, penganalisis
dapat mengidentifikasikan kegiatan-kegiatan yang tidak tepat yang telahdigambarkan
oleh teknik pengumpulan data yang lain.3) Dengan observasi, penganalisis dapat
menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak
fisik perlatan, penerangan, gangguan suara, dsb.2.3 Kelemahan Observasi1)
Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga
akanmelakukan pekerjaanya dengan tidak semestinya.2) Pekerjaan yang sedang
diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat kesulitas pekerjaan
tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan.3) Observasi
dapat mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan.4) Orang yang diamati
cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dansering
menutupi kejelekannya.3. Kuesioner 3.1 Pengertian Kuesioner Kuesioner
adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikanseperangkat
pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden
untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui
angket cukup sulitdilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di
berbagai wilayah.
B
eberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran
(dalamSugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip
pengukuran dan penampilan fisik.
a. Prinsip
Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :1)
1) Isi dan
tujuan pertanyaanJika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada
skala yang jelas dalam pilihan jawaban.2)
2)
B
ahasa yang
digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden3)
3) Tipe dan
bentuk pertanyaan apakah terbuka atau tertutup.Jika terbuka artinya jawaban
yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutupmaka responden
hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.Contoh :Terbuka :
B
erapa Kali
Anda Ke Kampus ?.....................Tertutup : berapa kali anda ke kemapus ?
(a). 1 ± 2 (b). 3 ± 5 dst4)
4)
Pertanyaan tidak menduaArtinya pertanyaan tidak mengandung dua arti yang akan
menyulitkan responden.Contoh : bagaimana pendapat anda tentang kondisi kelas
dan kemampuan guru menjelaskan pelajaran di kelas ?Jika pertanyan mendua
seperti ini sebaiknya dipecah menjadi dua pertanyaan.5)
5) Tidak
menggunakan pertanyaan yang menyebabkan respondenberpikir kerasContoh
:Pertanyaan keadaan perusahaan 10 tahun lalu ?. Umumnya pertanyaan seperti ini
akanmenyebabkan responden berpikir keras untuk mengingat-ingat kondisi yang
terjadi di masa lalu.6)
6)
Pertanyaan tidak menggiring responden.Contohnya :Apakah anda setuju jika
kesejahteraan karyawan ditingkatkan ?..jawabannya pasti.....YaIyaalaaah Atau
pertanyan seperti "Perlukah diambil tindakan tegas pada aparat hukum
yangmelakukan korupsi ??"....he.he.he...7)
7)
Pertanyaan tidak boleh tertalu panjang atau terlalu banyak.Kalau terlalu
panjang atau tertalu banyak akan menyebabkan responden merasa jenuh
untuk mengisinya.8) Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke
spesifik, atau dari yang mudahmenuju ke yang sulit, atau di acak. b.
Prinsip Pengukuran memuat seperangkat ujicoba instrumen.
Artinya
sebelum menyebarkan angket, perlu dilakukan beberapa percobaan sehingga
selaindiketahui validitas dan reliabilitasnya, juga akan diperoleh estimasi
waktu pengerjaan, tingkatkesulitan dan berbagai hal lainnya.c. Penampilan
Fisik Penampilan fisik merupakan salah satu daya tarik dan keseriusan
responden dalam mengisiangket. Namun tentu saja, angket yang bagus, terkesan
resmi tentunya memerlukan biaya yanglebih besar dibanding angket yang di cetak
di atas kertas seadanya.3.2 Kelebihan teknik kuesioner :1)
Kuesioner baik
untuk sumber data yang banyak dan tersebar.2)
Responden
tidak merasa terganggu, karena dapat mengisi kuesioner 3)
dengan
memilih waktunya sendiri yang paling luang.4)
Kuesioner
secara relatip lebih efisien untuk sumber data yang banyak.5)
Karena
kuesioner biasanya tidak mencantumkan identitas responden,6)
maka
hasilnya dapat lebih objektif.3.3 Kekurangan teknik kuesioner :1)
Kuesioner
tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan2)
dengan
sepenuh hati.3)
Kuesioner
cenderung tidak fleksibel, artinya pertanyaan yang harus4)
dijawab
terbatas yang dicantumkan di kuesioner saja, tidak dapat5)
dikembangkan
lagi sesuai dengan situasinya.6)
Pengumpulan
sampel tidak dapat dilakukan secara bersama-sama7)
dengan
daftar pertanyaan, lain halnya dengan obeservasi yang dapat8)
sekaligus
mengumpulkan sampel9)
Kuesioner
yang lengkap sulit untuk dibuat.
21.20
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar
TULIS KOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN